PsikoDeks
Buka Kamus Psikologi
PsikofarmakologiPsikologi Klinis

Antidepresan Heterosiklik

heterocyclic antidepressant

Ringkasan Singkat

Kategori obat antidepresan generasi pertama, termasuk trisiklik dan tetrasiklik, yang bekerja dengan meningkatkan ketersediaan serotonin dan norepinefrin di otak.

Antidepresan heterosiklik adalah kelompok obat farmakoterapi yang digunakan terutama dari tahun 1950-an hingga 1970-an untuk mengobati depresi klinis. Obat-obatan ini bekerja dengan menghambat pengambilan kembali (reuptake) neurotransmiter serotonin dan norepinefrin ke dalam sel saraf, sehingga meningkatkan jumlah zat tersebut yang tersedia untuk berikatan dengan reseptor pascasinaps.

Kategori ini mencakup antidepresan trisiklik (TCA) dan tetrasiklik, dinamakan demikian karena struktur kimianya yang terdiri dari tiga atau empat cincin atom. Meskipun sangat efektif dalam menangani depresi berat, obat ini kini jarang digunakan sebagai pilihan pertama karena banyaknya efek samping yang mengganggu, seperti mulut kering, pusing, penambahan berat badan, sembelit, retensi urin, hingga risiko kejang dan ide bunuh diri.

Saat ini, psikiater lebih sering meresepkan SSRI (Selective Serotonin Reuptake Inhibitors) karena profil keamanannya yang lebih baik. Namun, antidepresan heterosiklik masih tetap relevan bagi pasien yang tidak merespons pengobatan generasi baru atau untuk kondisi nyeri kronis tertentu.

Referensi Yang Bisa Anda Gunakan

  • Stahl, S. M. (2013). Stahl's Essential Psychopharmacology. Cambridge University Press.
  • Schatzberg, A. F., & Nemeroff, C. B. (2017). The American Psychiatric Association Publishing Textbook of Psychopharmacology.
Ditambahkan: 5 Mei 2026
Diperbarui: 7 Mei 2026

Peringatan Sitasi Akademik

Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.

Feedback